Review Brother Multi Function Printer MFC-J3720 InkBenefit

Posted on by on March 28th, 2016 | 0 Comments »

Menyalin dokumenAkhir-akhir ini saya semakin sering menggunakan multifunction scanner dan printer.
Untuk apa? Bukannya semua sudah bisa digital? Jaman sekarang kan sudah bisa menggambar langsung di komputer tanpa scanner dan printer.

Iya, sih. Cuma saya sedang jenuh menggambar digital. Menggambar digital itu kalau teknologinya tanggung (nggak canggih-canggih amat) seperti yang saya miliki saat ini, malah bisa memperlambat gagasan yang tumpah ruah. Bawa laptop ke mana-mana itu berat, bawa tablet ke mana-mana cepat lowbatt. Prioritas saya saat ini adalah menuangkan gagasan dulu, entah dengan cara mencatat di notes, sekadar menggambar sketsa kasar di kertas, atau kalau sangat terpaksa, rekam ocehan saya di voice note, yang penting mendokumentasikan ide kasar sebanyak-banyaknya.

Hobi saya kembali seperti 5 tahun lalu, bawa spidol dan buku gambar ke mana-mana karena ini cara paling praktis supaya saya bisa menggambar sembari menunggu kereta,bus, atau sambil menunggu jadwal meeting. Selamat tinggal kebengongan, saya punya cara supaya produktif di setiap saat.

Hubungannya dengan multifunction scanner dan printer apa? Nah, keunggulannya perangkat itu ialah kita bisa pakai untuk fotokopi tanpa harus ada komputer/laptop. Semakin aneh si Tito ini, ngapain nggambar sendiri difotokopi sendiri?

Dokumentasi ide sketsa-sketsa liar yang saya kumpulkan itu saya salin supaya arsip aslinya tetap rapi. Dari sekian catatan kasar, saya akan memilih beberapa desain yang akan dieksekusi, tapi sebelumnya saya akan menyalinnya menggunakan multifunction printer scanner dan printer. Saya akan bereksperimen dengan salinannya sementara aslinya tersimpan aman di rak. Saya tidak perlu takut eksperimen saya gagal karena selalu ada cara mengulang kembali ke arsip lama. Beberapa ide yang saya yakini berharga akan saya scan dan disimpan di hard drive atau kalau perlu disimpan di cloud storage.

Menyalin dokumen lebih beraniBanyak yang menyangka setiap kali saya menggambar langsung sekali jadi, padahal tidak juga, saya bisa menggambar 2-5 kali untuk gambar yang sama. Memunculkan ide menggambar tidak selalu gampang, yang bisa saya lakukan ya asal coret saja dulu, membebaskan pikiran dari rasa ragu. Multifunction printer berperan untuk membuat salinan supaya yang asli tidak rusak dan saya bisa memakai salinannya untuk testing, biasanya testing pewarnaan.

Sekarang jamannya digital tapi saya memilih cara konvensional dalam proses ini supaya hasil gambar saya bisa dievaluasi dengan cepat.

Boros kertas dong? Nggak juga, saya tidak pernah malu pakai kertas bekas saat menggambar. Justru untuk testing, saya pakai kertas bekas. Pernah suatu saat seorang teman melihat saya menyalin gambar lalu mereka minta salinannya :p . Saya pernah iseng bertanya ke teman saya itu, “Ngapain kamu minta gambar ini?”, jawab teman saya, “Gua mau kasih liat gambar ini ke cewek gua”. Waduh… mana itu gambar Power Girl yang semlohai :o.

Kebetulan kemarin dapat katalog multifunction printer scanner dari Brother terutama yang ukurannya A3.  Tidak banyak multifunction printer yang menawarkan ukuran A3, produk yang banyak beredar di pasaran saat ini berukuran A4 (21 x27 cm). Ukuran yang lebih besar artinya saya bisa menggambar lebih detil.

Komikus profesional pada umumnya menggambar di kertas A3, sehingga mereka punya banyak ruang untuk mengisi detil gambar. Karena saya cuma punya scanner A4, saya sesuaikan ukuran gambar saya dengan ukuran scannernya. Bisa trace ulang di laptop, sih, ditinta lagi dengan Photoshop, tapi buat saya itu rework, sudah bukan creative process lagi. Intinya, saya pengen bangeeeet punya scanner A3!

MFC-J3720 InkBenefit, Printer pemenang award, canggih, cepat namun irit

MFC-J3720 InkBenefit, Printer pemenang award, canggih, cepat namun irit

Akhirnya jadilah saya melototin katalog dan browsing, produk yang menarik perhatian adalah  Printer Brother MFC-3720 Ink Benefit, produk ini  pemenang iF designer award 2014, lho. Hal pertama yang membuat nama produknya menarik adalah embel-embel “Ink benefit”. Ukuran A3 jelas besar, kalau tintanya bisa hemat tentu akan melegakan dompet karena tidak perlu sering beli tinta. Fitur-fitur lain mencengangkan dan tak kalah sadisnya, mending saya jabarkan satu persatu:

Wireless

Kalau Anda hidup di jaman sekarang, dengan punya laptop, punya smartphone, kipas angin (maaf belum punya AC), TV, bisa dibayangkan ruangan Anda bakal penuh kabel berseliweran. Cara yang praktis adalah menghubungkan semuanya itu lewat jaringan nirkabel atau wireless. Rumah pun jadi lebih ringkas dan rapi. Selamat tinggal colok install driver ala plug n play :D. Bisa dibayangkan ringkasnya mencetak tanpa harus terhubung dengan kabel, apalagi kalau alat ini ditempatkan di kantor, tidak perlu memikirkan penempatan instalasi kabelnya.

Direct Printing

Cara ini cukup praktis untuk fotografer. Printer ini mampu mencetak file yang ada di SD card/media card. Cukup tancapkan media card ke slot di printer lalu pilih file yang akan dicetak. Tidak perlu buang waktu menyalin file tersebut ke laptop dulu, kelamaan. Bayangkan untuk cetak foto Anda perlu menyalakan laptop, startup windows, cari file, pilih printer… cara ini bisa menghemat banyak waktu kalau filenya siap cetak. Oh, iya, bisa lewat flash disk juga, lho.

Duplex Printing

Kertas ukuran A3 punya keunggulan dalam hal penjilidan, tinggal dilipat dua, jadilah 4 halaman A4. Printer ini bisa mencetak beberapa halaman sekaligus di kertas A4, bisa bolak-balik pula. Untuk mencetak porftolio atau proposal ke klien fitur ini akan membawa kepraktisan tersendiri. Mungkin malah tidak perlu dijilid, tinggal dijepret, eh, di-staples.

Irit Tinta

Untuk tinta hitam sendiri, printer ini mampu mencetak 2400 halaman dokumen dengan satu cartridge hitam. Sudah teruji dan disertifikasi. Dompet boleh bahagia karena jarang mangap.

Cepat

Soal kecepatan printing, saya sudah pernah lihat sendiri printer ini mencetak full color. Cepat sekali! Orang yang menunggu di mulut tray printernya sampai tersentak kaget kok (Siapa, ya? :D). Menurut websitenya, printer ini mampu mencetak sampai kecepatan 22 ppm. Artinya dalam satu menit bisa 22 halaman. Cukup cepat kalau satu halaman dicetak dalam 2-3 detik, cukup cepat juga untuk langsung diambil hasil cetaknya kalau kalian salah cetak foto pribadi *eh.

Soal cepat ini saya punya pengalaman sendiri tentang mencetak dokumen yang akan dipresentasikan last minute. Printer saya yang di kost butuh paling tidak satu menit untuk mencetak halaman full color.

Ramah Apple

Saya nggak pakai produk Apple. Bagi saya iPhone, iPad adalah device yang paling ribet kalau transfer data ke laptop pakai kabel. Bluetoothnya pun terkenal rewel. Untung printer ini ramah produk Apple, tinggal install appsnya, dokumen yang ada di iPhone bisa langsung dicetak lewat jaringan wifi, cukup butuh device iPhone dan printer saja. Fitur ini berlaku juga sebaliknya, dokumen yang dipindai di printer bisa dikirim langsung ke iPhone.

Autofeed

Brother menyebut fitur ini ADF, Automatic Document Feeder, fitur ini memungkinkan pengguna memindai (scanning) setumpuk dokumen sekaligus. Taruh saja tumpukan dokumennya di tray feeder, printer ini menghisap dokumen dan memindainya secara otomatis. Ucapkan selamat tinggal pada cara buka tutup lid scanner setiap halaman satu-satu.

Fotokopi

Nah ini dia fitur yang saya cari, memperbanyak gambar saya tanpa harus menyalakan laptop. Untuk ini saya butuh banyak fitur yang di atas, koneksi praktis, tinta ekonomis, autofeeder kalau saya butuh memperbanyak beberapa macam gambar sekaligus.

Akhir kata, bagi seseorang yang serius membuat komik, saya percata multifunction printer ini bisa jadi pilihan utama untuk produksi komik 😉 .

« Piet Mitingan #06: Belum Meyakinkan
Piet Mitingan #07: Focus on What Works »

No Comments


Kategori

Twitter