Meetup Dog Emotion and Cognition

Posted on by on April 17th, 2016 | 0 Comments »
Dog Emotion and Cognition

poster meetup. Siapa nih yang bikin? Desainnya keren.

Saya senang dengan meetup Dog Cognition dan Emotion kemarin. Meetup dimulai (relatif) on time, justru sayalah yang terlambat sekitar 10-15 menit, sebelumnya sempat dimarahi satpam pula karena melompati pagar gedung Skyline :D.

Yang datang sekitar 12 orang, jumlah yang pas menurut saya karena di meetup kali ini nebeng di restoran Burger King Sarinah. Sharing berjalan lancar tanpa gangguan, thanks to BK Skyline Building.

Meetup ID Courserians

Yang hadir di meetup, ada courserian, ada dog lovers

Menariknya, yang datang selain berasal dari komunitas IDCourserians juga datang beberapa dog lovers yang awam soal online course. Slide presentasi yang saya siapkan cukup panjang, bukan bikin sendiri pastinya, hanya menuturkan ulang video lecture course Dog Emotion and Cognition dari Coursera sepanjang sekitar 90-an slide berisi bla-bla-bla teori-teori kognisi, evolusi, hasil eksperimen, statistik, dst. saya khawatir bakal membosankan bagi yang tidak terbiasa penjelasan bergaya akademisi begini. Sampai di satu waktu teman-teman ini sharing pengalaman mereka dengan binatang ini. Saat itu saya tersadar makna course ini…

Yawn Game misalnya, salah satu cara mengenali sejauh mana anjing punya keterikatan emosional dengan manusia (kalau kita menguap, anjing yang merasa akrab dengan kita akan ikut menguap, lihat dognition.com). Lalu teman-teman meetup menimpali dengan apa yang mereka dengar soal contagious yawning antar manusia, dan antar manusia-anjing, bagaimana anjing mereka di rumah sering ikut menguap. Setelah mendengar penuturan teman-teman ini, saya merasakan perasaan saling respek antara manusia dan hewan. Banyak pengalaman tentang anjing yang bisa mereka ingat. Anjing pun meski tak bicara terbukti mengamati gerak-gerik kita dengan kepekaan yang belum bisa kita bayangkan.

Para anjing itu juga memilih untuk mengandalkan tuntunan manusia dibandingkan memakai indera penciuman. Mereka mampu mengendus dari jauh, namun lebih memilih percaya petunjuk arah manusia. Belum ada penjelasan ilmiah bagaimana anjing punya loyalitas yang konyol seperti itu. But such stupidity win our hearts. Topik semacam itulah yang mewarnai obrolan di meetup kemarin. Kami berhenti melihat spesies anjing hanya sebagai pembahasan meetup atau sekadar objek eksperimen melainkan sebagai bagian dari interaksi sosial manusia dan hewan.

Lepas dari presentasi rumit dan penjelasan agak berbelit-belit, ada satu hal sederhana yang saya ingat lagi: mengenali emosi sendiri itu ya nggak lewat angka stats namun dirasakan. Saya senang bisa bertemu orang, berinteraksi fisik, kontak mata, melihat mimik, gestur, suatu kelengkapan luar biasa bagi orang yang belajar lewat online, lewat mesin.

Thanks for coming, yuk meetup lagi!

« Thanks to @brotherindonesia
Batman Day 2016 »

No Comments


Categories

Archives

Twitter